Home / Berita / Komisi VI DPR Sebut Ari Askhara Coreng Reputasi Garuda Indonesia

Komisi VI DPR Sebut Ari Askhara Coreng Reputasi Garuda Indonesia

JAKARTA, iNews.id – Terkuaknya dugaan penyelundupan suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton oleh Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, dinilai mencoreng citra perusahaan pelat merah itu.

Anggota Komisi VI DPR, Achmad Baidowi mengatakan, perilaku yang ditunjukkan Ari Askhara telah merusak reputasi Garuda Indonesia sebagai perusahaan penerbangan kebanggaan bangsa yang seharusnya memberikan contoh sebagai world class company.

“Ari Askhara juga mencoreng reputasi Garuda Indonesia yang merupakan perusahaan terbuka (Tbk) yang sangat mengandalkan reputasi untuk menarik para investor di bursa saham,” ujar Baidowi kepada iNews.id, Minggu (8/12/2019).

Pria yang akrab disapa Awiek ini menambahkan, apa yang dilakukan oleh Ari Askhara adalah contoh nyata dari perilaku buruk direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menggunakan kewenangan dan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

“Jika tuduhan pada Ari Askhara benar, maka dia tidak hanya melakukan pelanggaran moral, namun juga pelanggaran hukum kebeacukaian yang harus ditindaklanjuti pada proses hukum selanjutnya, termasuk juga melanggar ketentuan penerbangan,” kata dia.

Dengan dicopotnya Ari Askhara dari jabatannya, menjadi momentum bagi Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Erick Thohir untuk melakukan bersih-bersih dari direksi BUMN yang nakal.

“Apalagi juga banyak rumor yang muncul bahwa oknum direksi BUMN yang memiliki gaya hidup mewah, padahal perusahaan yang dipimpin sedang merugi,” ucap Awiek.

Dugaan penyelundupan Harley-Davidson ini dinilai berpotensi pidana. Pasalnya, ada indikasi kuat aksi tersebut sebagai kegiatan impor ilegal. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, penyelundupan yang dilakukan Ari Askhara merugikan negara. Nilai kerugian akibat penyelundupan tersebut mencapai Rp1,5 miliar.

“Kalau kerugian negara ini sudah menjadi faktor yang tidak hanya perdata tapi menjadi faktor pidana ini yang sangat memberatkan,” kata Erick di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Untuk mengisi kekosongan kursi Dirut, Dewan Komisaris Garuda Indonesia menetapkan Fuad Rizal sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut. VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan mengatakan, penetapan ini sesuai dengan Surat Keterangan (SK) Dewan Komisaris Nomor DEKOM/SKEP/011/2019 tanggal 5 Desember 2019.

Dalam SK tersebut juga dijelaskan bahwa Fuad tetap menjalankan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia. “Penetapan Fuad Rizal Sebagai Plt Direktur Utama Garuda Indonesia akan berlaku hingga dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia dalam waktu dekat,” kata dia dalam keterangannya, Jumat (6/12/2019).

Sumber : iNews.id

Check Also

Pelatihan Leximancer batch 2

Salam Bapak/Ibu Peneliti dan Mahasiswa, untuk pelatihan Leximancer batch 2 selain mendapatkan aplikasi Leximancer Full …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *